..... Forum Diskusi dan Berbagi Informasi Mahasiswa FKIP Pendidikan Ekonomi Universitas Terbuka.....

JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU INDONESIA

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia|Korda Banten Barat, siap memajukan pendidikan yang berkarakter (berakhlaq mulia)

SIT BINA INSANI SERANG-BANTEN

Yayasan Bina Insani didirikan pada tanggal 12 Juni 1996 dengan akte notaries DR. Wiratni Ahmadi, SH, terletak di wilayah agropolitan Kecamatan Waringinkurung, Serang-Banten.

KEMNAS II PRAMUKA SIT DATANG LAGI

Ada perubahan jadwal kegiatan PERKEMAHAN NASIONAL (KEMNAS) II Pramuka SIT, tapi tetap semangat ...! Bagaimana Banten Barat ??

JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU BANTEN

Terus semangat memajukan mutu pendidikan yang berkarakter (berakhlaq)

RAKOR JSIT BANTEN DENGAN ALEG BANTEN

Dari pertemuan ini menggarisbawahi bahwa JSIT sebagai bagian dari gerakan dakwah di Indonesia wa bil khusus bidang pendidikan dalam menjalankan tugasnya diharapkan mampu bersinergi dan searah ...

Rabu, 05 Oktober 2011

EKONOMI PEMBANGUNAN (PKOP4207)

Pengertian Ekonomi Pembangunan, Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi.
 
Ekonomi Pembangunan adalah sebagai suatu cabang Ilmu Ekonomi, yang bertujuan untuk menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang dan mendapatkan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah itu, agar negara-negara tersebut dapat membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi.
Tujuan dari analisis ekonomi pembangunan adalah untuk: 1) menelaah faktor-faktor yang menimbulkan keterlambatan atau ketiadaan pembangunan di negara-negara sedang berkembang, 2) mengemukakan cara pendekatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi, sehingga dapat mempercepat jalannya pembangunan ekonomi di negara-negara tersebut. Ekonomi pembangunan belum mempunyai pola analisis tertentu yang dapat diterima oleh kebanyakan ahli-ahli ekonomi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:
  1. sangat kompleksnya masalah pembangunan
  2. banyaknya faktor yang mempengaruhi pembangunan dan banyaknya faktor yang terpengaruh oleh pembangunan. Hal ini menyebabkan topik yang dianalisis dalam ekonomi pembangunan meliputi bidang yang sangat luas. Di bawah ini merupakan contoh bidang yang dianalisis dalam ekonomi pembangunan antara lain: masalah pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pembentukan modal, perdagangan luar negeri, pengerahan tabungan, bantuan luar negeri, pengangguran, migrasi, bidang pertanian, dan bidang industri.
  3. Ketiadaan teori-teori pembangunan yang dapat menciptakan suatu kerangka dasar dalam memberikan gambaran mengenai proses pembangunan ekonomi.

Pembangunan Ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang, disertai dengan perubahan ciri-ciri penting suatu masyarakat, yaitu perubahan dalam keadaan sistem politiknya, struktur sosialnya, nilai-nilai masyarakatnya dan struktur kegiatan ekonominya. Berdasarkan pengertian tersebut pembangunan ekonomi memiliki tiga sifat penting, yaitu: 1) Suatu proses, bahwa pembangunan ekonomi itu berlangsung secara terus-menerus. 2) Usaha untuk meningkatkan pendapat per kapita, karena kenaikan pendapatan per kapita itu merupakan suatu pencerminan dari timbulnya perbaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 3) Kenaikan pendapatan per kapita harus terus berlangsung dalam jangka panjang. Hal ini bukan berarti bahwa pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terus-menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu dapat turun. Yang penting kegiatan ekonomi secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Dikatakan ada pertumbuhan ekonomi apabila terdapat lebih banyak output, dan dikatakan terjadi pembangunan ekonomi tidak hanya terdapat lebih banyak output, tetapi juga terjadi perubahan-perubahan dalam kelembagaan dan pengetahuan teknik dalam menghasilkan output yang lebih banyak. Di samping itu, dikatakan terjadi pembangunan ekonomi apabila pertambahan pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu melebihi dari tingkat pertumbuhan penduduk. Konsep pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang berbeda. Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan ekonomi belum tentu dibarengi oleh pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu kriteria keberhasilan pembangunan ekonomi. Dalam penggunaan yang lebih umum pertumbuhan ekonomi biasa digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi di negara-negara maju, sedangkan istilah pembangunan ekonomi untuk menyatakan perkembangan ekonomi di negara sedang berkembang.



Pendapatan Per Kapita sebagai Indeks Tingkat Kesejahteraan

Sekarang kita akan mempelajari cara penghitungan pendapatan nasional, pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan ekonomi. Untuk menghitung pendapatan nasional kita harus tahu dulu pengertian tentang pendapatan nasional, pendapatan nasional adalah jumlah keseluruhan nilai dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh lapisan masyarakat selama periode tertentu, untuk Indonesia adalah satu kalender akademik. Untuk menghitung pendapatan nasional ada tiga metode yang dapat dilakukan yaitu metode produksi, metode pendapatan, dan metode belanja atau pengeluaran. Teknik perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi ini dilakukan dengan dua cara yaitu: menjumlahkan nilai barang akhir, dan menjumlahkan nilai tambah. Apabila yang kita gunakan adalah menjumlahkan nilai barang akhir maka ada hal-hal yang harus kita perhatikan yaitu bahwa di dalam masyarakat modern produksi itu dipisah-pisahkan menjadi bagian-bagian yang sangat kecil. Sebagai contoh, pakaian yang dijual di toko adalah termasuk produksi toko yang menjualnya, produksi pabrik tekstil dan pabrik benang. Tekstil tersebut terbuat dari kapas, sehingga pakaian yang ada di toko tadi juga termasuk antara produksi pabrik kapas, dan pabrik kain. Dengan kata lain output suatu perusahaan menjadi input perusahaan lain. Output pabrik kapas menjadi input pabrik benang. Output pabrik benang menjadi input pabrik kain dan output pabrik kain menjadi input pabrik pakaian begitu seterusnya.
Jika metode pendapatan yang digunakan untuk menghitung, maka pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh lapisan masyarakat karena penggunaan faktor-faktor produksi. Yang termasuk faktor-faktor produksi antara lain: modal, tenaga kerja dan keahlian yang digunakan tersebut diberi balas jasa yang masing-masing berupa sewa, bunga, upah dan keuntungan. Karena faktor-faktor produksi tersebut dimiliki oleh seorang atau kelompok orang masyarakat, maka balas jasanya kembali kepada masyarakat sebagai pendapatan nasional. Pendapatan nasional yang dihitung dengan metode ini dikenal dengan sebutan Gross National Income (GNI). GNI dikurangi penyusutan barang-barang modal disebut dengan Net National Income (NNI).
Perhitungan pendapatan dengan metode pengeluaran dilakukan dengan cara menghitung seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat selama periode tertentu, untuk Indonesia adalah satu tahun kalender.

Perhitungan laju pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional adalah menunjukkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai pada suatu tahun tertentu, sedangkan pertumbuhan ekonomi merupakan perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Untuk dapat menghitung laju pertumbuhan ekonomi harus diperbandingkan pendapatan nasional dari tahun ke tahun perlu dilandasi bahwa perubahan nilai pendapatan nasional dari tahun ke tahun disebabkan oleh faktor: perubahan dalam tingkat kegiatan ekonomi, dan perubahan dalam harga-harga. Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan atau perkembangan, apabila tingkat kegiatan ekonomi adalah lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan kata lain perkembangan ekonomi baru tercipta apabila jumlah fisik dari barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan suatu perekonomian tersebut menjadi lebih besar atau bertambah besar pada tahun-tahun berikutnya.
Manfaat perhitungan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita antara lain untuk:
  1. Mengetahui dan menelaah struktur perekonomian, berdasarkan perhitungan dapat diketahui apakah suatu negara itu negara agraris, industri atau jasa.
  2. Membandingkan perekonomian dari waktu ke waktu, pendapatan nasional dicatat setiap tahun maka akan diperoleh data pendapatan nasional dan pendapatan per kapita dari tahun ke tahun. Dengan demikian kita dapat membandingkan pendapatan nasional dari tahun ke tahun.
  3. Membandingkan perekonomian antardaerah. Perhitungan pendapatan nasional dapat juga digunakan untuk membandingkan perekonomian antardaerah (misal antarpropinsi, antar kabupaten atau antar negara).
  4. Merumuskan kebijakan pemerintah. Sebagai contoh, misalnya pemerintah pada periode mendatang menginginkan pertumbuhan ekonomi setinggi 5%. Maka, dengan data perhitungan pendapatan nasional, pemerintah akan dapat mengalokasikan ke sektor mana pertumbuhan ekonomi sebesar 5% itu harus dialokasikan. Misalkan ke sektor pertanian 15%, industri 20%, pertambangan 30% dan seterusnya sampai mencapai 100%.
Ada beberapa kelemahan pendapatan perkapita sebagai indikator tingkat kesejahteraan. Kelemahan pendapatan perkapita apabila digunakan sebagai dasar dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat berbagai negara pada hakikatnya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu: kelemahan umum pendekatan pendapatan perkapita, dan kelemahan metodologis perhitungan pendapatan perkapita.


Masalah dan Hambatan dalam Pembangunan Ekonomi

Untuk mengetahui corak masalah pokok yang perlu diatasi oleh negara-negara berkembang dalam pembangunan ekonomi, perlu ditelaah implikasi dari berbagai ciri ekonomi dan sosial yang telah dikemukakan kepada kemampuan mereka memperlaju pembangunan. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan banyaknya negara berkembang belum berhasil mencapai tingkat pembangunan ekonomi seperti yang diharapkan. Untuk kejelasan sebab-sebab negara berkembang menghadapi banyak kesulitan dalam usahanya menciptakan perkembangan ekonomi yang lebih laju, beberapa analisis telah dibuat mengenai faktor-faktor yang dapat dipandang sebagai penghambat utama pembangunan ekonomi. Analisis itu dapatlah dipandang sebagai teori-teori yang menjelaskan tentang bentuk-bentuk hambatan terhadap usaha-usaha mempercepat pembangunan ekonomi di negara berkembang. Analisis ini disebut sebagai teori mengenai penghambat pembangunan atau biasa disebut Theories of Under Development.
Akibat perkembangan penduduk terhadap tingkat kesejahteraan.
Para ahli ekonomi pada umumnya sependapat bahwa perkembangan penduduk dapat menjadi faktor pendorong maupun faktor penghambat dalam pembangunan ekonomi. Dipandang sebagai faktor pendorong karena:
  1. pertambahan penduduk memungkinkan pertambahan jumlah tenaga kerja. Dengan memberikan pendidikan sebelum menjadi tenaga kerja, memungkinkan suatu masyarakat memperoleh tenaga terampil, tenaga terdidik bahkan tenaga ahli. Sehingga dalam tingkat pembangunan yang tinggi, pertambahan penduduk dapat memberikan sumbangan yang lebih besar dalam mengembangkan kegiatan ekonomi.
  2. Perkembangan penduduk akan memperluas pasar. Luasnya pasar barang dan jasa ditentukan oleh dua faktor penting, yaitu pendapatan masyarakat dan jumlah penduduk. Maka, jika penduduk bertambah luas pasar akan bertambah pula, dan perkembangan penduduk akan merupakan perangsang kepada sektor produksi untuk meningkatkan kegiatannya.
  3. Perkembangan penduduk dapat menciptakan dorongan untuk mengembangkan teknologi. Peranan ini sangat nampak di sektor pertanian, pertambahan penduduk merupakan salah satu faktor penting yang menimbulkan perbaikan teknologi pertanian di negara maju sejak dulu. Perkembangan penduduk yang bertambah cepat, bersama-sama dengan perbaikan dalam jaringan pengangkutan dan pertambahan dalam tingkat pendapatan, serta secara terus-menerus memperluas pasar hasil pertanian. Pasar yang bertambah luas ini menciptakan perangsang untuk meningkatkan produktivitas sektor tersebut dan hal ini dicapai dengan mempertinggi teknologi cara bercocok tanam.
Akibat buruk yang mungkin ditimbulkan dari pertambahan perkembangan penduduk terhadap pembangunan ekonomi dapat tercipta apabila produktivitas sektor produksi sangat rendah sekali dan dalam masyarakat terdapat banyak pengangguran. Jika jumlah penduduk sudah sangat berlebihan, pertambahan penduduk menimbulkan implikasi yang kurang menguntungkan terhadap tingkat tabungan, corak penanaman modal, corak pembagian pendapatan, corak migrasi penduduk, kemampuan mengekspor dan beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi lajunya pertumbuhan ekonomi.

Bank dan Lembaga Keuangan (PKOP4318) Inisiasi 2

Inisiasi 2

Assalamalaikum, salam sejahtera bagi kita semua, mari kita lanjutkan dengan tutorial yang kedua, pada kesempatan ini bahasan kita adalah dengan topic: Sistem Moneter dan Perbankan
Yang termasuk dalam sistem moneter adalah bank-bank atau lembaga-lembaga yang ikut menciptakan unang giral. Di Indonesia yang dapat digolongkan ke dalam sistem moneter adalah otoritas moneter yaitu Bank Indonesia dan bank-bank pendipta uang giral. Oleh karena itu sistem perbankan merupakanb agian integral dari suatu sistem moneter.

Otoritas moneter sebagai lembaga yang berwenang dalam pengambilan kebijakan di bidang moneter, juga merupakan sumbser uang primer , baik bagi perbankan, masyarakat maupun pemerintah. Di samping pengeluaran uang kartal, otoritas moneter juga menerima simpanan giro dari perbankan atau pemerintah. Simpanan giro tersebut bagi otoritas moneter merupakan uang primer seasn gkan bagi bank-bank uang tersebut merupakan alat likuid. Dalam kaitan tersebut semua bank diharuskan memiliki rekening giro pada bank sentral dan mewajibkan setiap bank mempertahankan sejumlah tertentu dana dalam rekening gironya tesebut di Bank Indonesia sebagai Bank Sentral. Fungsi giro tesebut pada dasarnya adalah untuk memperlancar transaksi antar bank melalui mekanisme kliring di samping sebagai alat kebijakan moneter dalam rangka pengendalian jumlah uang beredar.

Saldo minimum yang wajib dipelihara pada bank sentral pada dasrnya merupakan pelaksanaan dari ketentuan cadangan likuiditas wajib minimum yang dikenal sebagai statutory reserverequirement. Ketentuan giro wajib minimum yang berlaku saat ini adalah 5% dari total dana masayarakat yang dihimpun bank.

Fungsi otoritas moneter dapat disebut antara lain sebagai berikut
a.mengeluarkan uang kertas dan logam
b.menciptakan uang primer
c.memelihara cadangan devisa nasional
d.mengawasi sistem moneter

Bank-bank Pencipta Uang Giral (BPUG) adalah bank yang karena jenis usahanya diperkenankan menghimpun dana dari masyarakat antara lain dalam bentuk giro. Di Indonesia hanya bank-bank umum yang diperkenankan menerima simpanan giro di samping bentuk simpanan lainnya, misalnya tabungan, deposito berjangka, penerbitan sertifikat deposito yang umumnya simpanan tesebut berjangka waktu pendek. Oleh karena itu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak digolongkan sebagai Bank-bank Pencipta Uang Giral, karena BPR, menurut undang-undang tidak diperkenankan menerima simpanan giro. Kewajiban bank umum sebagai BPUG kepada otoritas moneter adalah harus senantiasa memelihara sejumlah tertentu dana baik yang disimpan dalam kas bank maupun dalam rekening gironya di Bank Sentral. Keharusan memelihara sejumlah dana tersebut bagi bank dikenal sebagai cadangan likuiditas wajib minimum. Bagi bank, cadangan likuiditas tersebut sebenarnya meru[pakan alat likuid yang tidak likuid karena jumlah minimum tersebut harus selalu tersedia di bank sentral karena apabila kurang dari jumlah yang seharusnya tersedia menurut ketentuan akan dikenakan sanksi berupa denda di samping akan berpengaruh pada penilaian tingkat kesehatan bank yang bersangkutan oleh bank sentral. Ketentuan likuiditas wajib minimum yang saat ini berlaku di Indonesia adalah kewajiban setiap bank mempertahankan saldo giro minimum di Bank Indoensia sebesar 5% dari dana pihak ketiga. Jumlah saldo giro tersebut merupakan saldo giro wajib minimum (GWM) yang harus dipelihara oleh semua bank di Bank Indonesia.

Fungsi utama sistem moneter antara lain dapat disebutkan adalah:
a.menyelenggaakan mekanisme lalu lintas pembayaran yang efisien sehingga mekanisme tesebut dapat dilakukan secara cepat, akurat dan dengan biazya yang relatif kecil
b.melakukan fungsi intermediasi guna mempercepat pertmbuhan ekonomi
c.menjaga kestabilan tingkat bunga melalui pelaksnaan kebijakan moneter.

Untuk meningkatkan pemahaman Anda kejakan tugas berikut ini:
1. Jelaskan yang termasuk dalam sistem moneter di Indonesia
2. Apa fungsi dari saldo giro wajib minimum yang harus dipertahankan oleh semua bank di Bank Indonesia
3. Jelaskan fungsi otoritas moneter
4. Bagaimana kebijakan moneter dapat meningkatkan kesempatan kerja

Bank dan Lembaga Keuangan (PKOP4318) Inisiasi 1

Inisiasi 1
Assalamalaikum, salam sejahtera bagi kita semua, mari kita lanjutkan dengan tutorial yang kedua, pada kesempatan ini bahasan kita adalah dengan topik: Fungsi sistem keuangan
Sistem keuangan pada prinsipnya adalah kumpulan pasar, institusi, peraturan-peraturan dan teknik-teknik di mana surat-surat berharga diperdagangkan, tingkat bunga ditentukan, dan jasa-jasa keuangan dihasilkan dan ditawarkan ke seluruh bagian dunia. Sistem keuangan merupakan salah satu kreasi yang paling penting dalam peradaban masyarakat modern. Tugas utamanya adalah mengalihkan dana dari penabung kepada peminjam untuk kemudian digunakan membeli barang dan jasa –jasa di samping untuk investasi sehingga ekonomi dapat tumbuh dan meningkatkan standar kehidupan. Oleh karena itu sistem keuangan memiliki peran yang sangat prinsipil dalam perekonomian dan kehidupan.
Sistem keuangan mampu menentukan tingkat bunga kredit dan berapa besar jumlah kredit yang akan tersedia untuk membayar berbagai jenis barang dan jasa yang dibeli sehari-hari. System ini memberi dampak yang kuat terhadap kesehatan perekonomian. Apabila tingkat bunga kredit menjadi lebih tinggi dan loanable funds yang tersedia terbatas, maka total pengeluaran (spending) untuk barang dan jasa akan mengalami penurunan. Akibatnya, pengangguran akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi menurun karena unit bisnis mengurangi produknya dan membaerhentikan karyawannya. Sebaliknya bilamana bunga kredit rendah dan jumlan loanable fund yang tersedia mencukupi, total pengeluaran dalam ekonomi akan meningkat, penciptaa lapangan kerja bertambah dan ekonomi dapat terakselerasi. Dengan demikian, sistem keuangan merupakan bagian integral dari system ekonomi suatu Negara.
Sistem keuangan dalam perekonomian modern memiliki sekurang-kurangnya tujuh fungsi pokok sebagai berikut:
Fungsi tabungan; sistem pasar keuangan dan lembaga keuangan menyediakan instrumen untuk tabungan, obligasi, saham dann instrumen utang lain diperjualbelikan di pasar uang dan pasar modal yang menjanjikan suatu pendapatan dan dengan resiko yang rendah bagi masyarakat penabung yang mengalir melalui pasar keuangan kemudian digunakan untuk investasi sehingga barang-barang dan jasa dapat diproduksi
Fungsi penyimpanan kekayaan; instrument keuangan yang diperjualbelikan dalam pasar uang dan pasar modal menyediakan suatu cara yang terbaik untuk menyimpan kekayaan (yaitu menahan nilai asset yang dimiliki) sampai dana tersebut dibutuhkan untuk dibelanjakan. Fungsi ini juga disebut fungsi penyimpan kekayaan . penyimpanan kekayaan dapat dilakukan dengan membeli barang misalnya mobil, namun kekayaan tersebut akan berkurang karena penyusutan dan memiliki resiko rugi. Sebaliknya obligasi, saham dan instrument keuangan lain nilainya tidak akan berkurang karena berlalunya waktu dan bahkan memperoleh penghasilan di samping resiko rugi relatif lebih kecil
Fungsi likuiditas; kekayaan yang disimpan dalam bentuk instrumen keuangan dapat dengan mudah dicairkan melalui mekanisme pasar keuangan. Obligasi atau saham dan instrument keuangan lainnya menjanjikan keuntungan dengan resiko yang relatif kecil. Pasar uang dann pasar modal menyediakan suatu cara untuk mengkonversiinstrumen-instrumen tersebut menjadi uang tunai.baga keuangan depositori menyediakan baerbagai alternatif instrumen yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi
Fungsi kredit; di samping untuk menyediakan likuiditas dan mepermudah arus tabungan menjadi invesatasi dalam rangka menyimpan kekayaan, pasar keuangan menyediakan kredit untuk membiayai kebutuan konsumsi dan investasi dalam ekonomi. Kredit merupakan pinjaman yang disertai dengan janji untuk membayar kembali di masa yang akan dating,. Konsmen membutuhkan kredit untuk membeli barang-barang misalnya, rumah, mobil dan sebagainya. Sedangkan pengusha menggunakan fasilitas kredit untuk membeli barang untuk tujuan produksi, membangun gedung, membeli mesin, membayar gaji atau membayar deviden kepada pemegang saham dan sebvagainya.
Fungsi pembayaran; sitem keuangan menyediakan mekanisme atas trasnsaksi barang dan jasa-jasa. Instrumen pembayaran yang tersedia antara lain cek, giro bilyet, kartu kredit, termasuk mekanisme kliring dalam perbankan.
Fungsi resiko; pasar keuangan menawarkan kepada unit usaha dan konsumen proteksi terhadap jiwa, kesehatan dan resiko pendapatan atau kerugian. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjual polis asuransi
Fungsi kebijakan; pasar keuangan telah menjadi instrumen pokok yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk melakukan kebijakan guna menstabilkan ekonomi dan mempengaruhi inflasi melalui kebijakan moneter.
kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah berkaitan dengan usaha menstabilkan perekonomian dengan indikator sabilitas nilai uang, inflasi rendah, daya beli masyarakat relatif stabil dan mengalami pertumbuhan daya beli. secara makro perekonomian di Indonesia selalu bergerak turun dimana pendapatan nominal mengalami kenaikan tetapi daya beli semakin turun yang disebabkan oleh tingkat inflasi yang selalu bergerak naik

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More